Penduduk, Masyarakat & Kebudayaan

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, mulai dari suku, bahasa, adat istiadat, budaya, dll. Itulah sebabnya masyarakat di Indonesia sangatlah majemuk dan berwarna-warni. Indonesia juga termasuk negara dengan populasi manusia terbesar, yaitu menempati posisi ke-4 negara berpenduduk terbanyak. Kali ini kami akan membahas tentang masalah Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan.


Penduduk

Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus. Dalam ilmu sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah dibagi menjadi dua:

  1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
  2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia, oleh karena itu kependudukan menjadi salah satu konsentrasi utama dalam pemerintah. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pemerintah adalah kurang meratanya pemetaan penduduk di Indonesia ini, Indonesia bagian timur mempunyai kepadatan penduduk yang lebih kecil daripada Indonesia bagian barat. Ironisnya disaat ledakan penduduk terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa,  kelangkaan penduduk juga terjadi di daerah Papua dan Nusa Tenggara, memang selain karena faktor alam, ketersediaan sarana dan prasarana turut ambil bagian dalam masalah ini, kendati demikian pemerintah terus-menerus mendorong agar kepadatan penduduk di Indonesia dapat merata.

Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan di Indonesia adalah dengan cara Transmigrasi dan Keluarga Berencana (KB). Transmigrasi adalah salah satu solusi dalam masalah pemerataan penduduk, sedangkan Badalah solusi jitu dalam mengatasi pertumbuhan jumlah penduduk, terutama di daerah padat penduduk di Indonesia. Terbukti dalam beberapa tahun belakangan ini, KB mampu menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga kepadatan penduduk di Indonesia dapat terkendali.


Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang melakukan interaksi sosial satu sama lain dan membentuk suatu ikatan komunitas yang kuat dan teratur, sehingga menimbulkan suatu ketergantungan satu sama lain (interdependensi).

Masyarakat di dunia terbagi menjadi dua, yaitu masyarakat tradisional dan modern. Masyarakat tradisional adalah sekelompok masyarakat yang masih secara konservatif mempertahankan adat istiadat dan tradisi dalam segala aspek kehidupannya. Masyarakat ini cenderung menolak segala sesuatu yang berbau pembaruan, modernisasi dan teknologi karena mereka masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi yang diwariskan dari nenek moyang.
Lain halnya dengan masyarakat tradisional, masyarakat modern merupakan masyarakat yang lebih menjunjung tinggi aspek Modernitas, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan. Sejalan dengan itu, peradaban mereka sangatlah cepat berkembang dan sangat luas, seolah-olah tak ada sekat yang membatasi diantara mereka. Kendati demikian, pola pikir mereka yang sangat maju dan terdepan, selalu berambisi menciptakan teknologi dan ilmu pengetahuan baru. Masyarakat modern cenderung menolak hal-hal yang berbau koservatif dan kuno. Pergeseran moral dan sikap individualisme menjadi suatu ciri tersendiri dalam masyarakat ini.
Berbagai aspek juga bisa menjadi acuan pengorganisasian masyarakat, seperti aspek mata pencaharian dan struktur politik/ideologi. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan bahwa masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, dapat juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Dalam proses terbentuknya masyarakat, terdapat tiga proses penting, yaitu ;
  • Internalisasi (internalization)
  • Sosialisasi (socialization)
  • Enkulturasi (enculturation)

Kebudayaan

Kebudayaan ialah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam proses pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Kebudayaan dapat diartikan sebagai sesuatu yang memengaruhi langsung tingkat pengetahuan manusia yang meliputi sistem ide/gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah sarana yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan agar manusia dapat melangsungkan kehidupan bermasyarakat dengan baik. Oleh karena itu kebudayaan sangat erat kaitannya dengan masyarakat.
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat kaya dan berwarna-warni. Seperti halnya masyarakat,
budaya Indonesia sangatlah majemuk karena Indonesia merupakan Negara kepulauan. Terpautnya jarak antar satu pulau dengan pulau lainnya membuat keadaan
geografis di setiap pulau berbeda-beda sehingga setiap kelompok memiliki
adat istiadat/kebiasaan yang berbeda.

Menurut Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu: 

1. Sistem religi yang meliputi:
# sistem kepercayaan
# sistem nilai dan pandangan hidup
# komunikasi keagamaan
# upacara keagamaan 
2. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:
# kekerabatan
# asosiasi dan perkumpulan
# sistem kenegaraan
# sistem kesatuan hidup
# perkumpulan 
3. Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:
# flora dan fauna
# waktu, ruang dan bilangan
# tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia 
4. Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:
# lisan
# tulisan 
5. Kesenian yang meliputi:
# seni patung/pahat
# relief
# lukis dan gambar
# rias
# vokal
# musik
# bangunan
# kesusastraan
# drama 
6. Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:
# berburu dan mengumpulkan makanan
# bercocok tanam
# peternakan
# perikanan
# perdagangan
7. Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:
# produksi, distribusi, transportasi
# peralatan komunikasi
# peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
# pakaian dan perhiasan
# tempat berlindung dan perumahan
# senjata
  

Kesimpulan

Seperti yang telah diuraikan diatas, Penduduk adalah bagian dari Masyarakat mempunyai keterkaitan erat dengan Kebudayaan, karena tiga komponen diatas merupakan komponen utama dalam suatu interaksi sosial manusia. Kesimpulannya adalah penduduk merupakan suatu kumpulan masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu, membentuk suatu kepribadian dan budaya yang dihasilkan dari interaksi-interaksi sosial yang terjadi antar individu, yang membentuk ciri khas tersendiri sebagai identitas diri dari kemajemukan yang bersatu (unity).

Hubungan antar tiga komponen diatas menunjukkan bahwa keterkaitan erat yang terjadi sangatlah bergantung dengan beberapa faktor, yaitu internal dan eksternal, Faktor internal yang mempengaruhi hubungan tersebut adalah adanya dorongan kuat dari individu-individu yang mendiami suatu wilayah yang ingin menciptakan karakter asli dari mereka atau telah terciptanya budaya yang dipengaruhi oleh interaksi-interaksi yang dilakukan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi keterkaitan tersebut yaitu ingin menunjukkan pada penduduk/masyarakat lain bahwa mereka juga dapat menyelaraskan pandangan bersama dalam membentuk suatu kebudayaan asli sesuai kepribadian mereka.
                    E-Learning Gunadarma 

 

DANY MOCHTAR
12114537
1KA06

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s