Falling in Love with Lana Del Rey

Dear lord, when I get to heaven
Please let me bring my man
When he comes tell me that you’ll let him in
Father tell me if you can
Oh that grace, oh that body
Oh that face makes me wanna party
He’s my sun, he makes me shine like diamonds

Sekilas bait diatas adalah penggalan lirik dari lagu OST “The Great Gatsby” berjudul “Young And Beautiful” yang dinyanyikan penyanyi wanita bernama Lana Del Rey. Film yang  beberapa waktu lalu sempat saya tonton. Mendengar alunan lagu dari film “The Great Gatsby” itu saya langsung segera mencari dan mengunduhnya seolah jatuh cinta akan suara dan serta dalamnya setiap kalimat dari lagu tersebut. Ibarat pepatah “tak kenal maka tak sayang” maka saya pun mencari tahu siapakah gerangan mahluk yang punya suara merdu ini.

Siapakah Lana Del Rey? Lana Del Rey merupakan nama panggung dari wujud seorang wanita cantik pelantun lagu “Young And Beautiful” tersebut, nama aslinya adalah Elizabeth Woolridge Grant. Seorang wanita kelahiran Kota New York 21 Juni 1986, pada usia 15 tahun Lana selama 3 tahun menimba ilmu di sebuah sekolah (asrama) bimbingan untuk para ketergantungan alkohol.

Kemudian di usia 18, ia pergi ke Bronx untuk kuliah di Univesitas Fordham mengambil ilmu kejuruan Filosofi memilih jurusan Metafisika dikarenakan alasan pribadinya menganggap sebagai sebuah jembatan yang menghubungkan Tuhan dan ilmu pengetahuan. Lana menyatakan dari hal itulah yang memulai awal karier musiknya seolah ia menemukan jati dirinya. Saat masih gadis Lana merupakan salah satu bagian dari paduan suara di Gereja, setelah Pamannya mengajarkan bermain gitar kepadanya Lana sadar bahwa ia dapat menciptakan berjuta lagu hanya dari 6 chord gitar.

Awal karier Lana sebelumnya ia hanya seorang penyanyi bermula dari kafe ke kafe melalui satu pertunjukan ke pertunjukan yang lain walaupun ia sempat masuk dapur rekaman namun kiprahnya tak diketahui oleh banyak kalangan. Salah satunya ketika Lana pada bulan oktober tahun 2008 pertama kalinya ia membuat 3 demo lagu bertajuk “Kill Kill” dan pada bukan Januari tahun 2010 ia merelease album Lana Del Ray a.k.a Lizzy Grant sebagai seorang musisi profesional bekerjasama dengan seorang produser bernama David Kahne. Ayahnya Robert Grant sempat membantu dirinya mempromosikan album dan sempat pula beredar di iTunes, namun ditarik kembali dikarenakan adanya perselisihan mengenai hak cipta dengan produser. Hal tersebut sempat diisukan merupakan sebuah salah satu strategi pemasaran yang sengaja dilakukan untuk melambungkan kariernya.

Mengenai nama panggung Lana sendiri, ia sempat berkonsultasi dengan teman-temannya yang tinggal di Kuba. Ia memilih nama panggung “Lana Del Rey” dikarenakan berkesan glamor dan cantik sesaat diucapkan. Akhirnya para pengacara serta managernya mengukuhkan nama panggung tersebut untuk digunakan dirinya. Pada 1 September 2010, Lana berkesempatan sebagai performer di sebuah acara MTV Unplugged di Berlin dalam konser sebuah Rock Band Mando Diao.

Prihal karier lebih lengkapnya Kompasianer dapat langsung membacanya. Apa yang menjadi sisi menarik dari seorang Lana Del Rey bagi Penulis, bahwa umumnya lagu-lagu Lana Del Rey bertemakan kesedihan mengiringi setiap bait liriknya. Namun ketika ditanyakan langsung kepada dirinya mengenai salah satu albumnya “Born To Die”, ia menyatakan

“I’m not sad, I’m happy. I feel like I’m happy because I’m at peace with the way that things are… I did have a darker filter on sometimes, but that slowly lifted through doing a lot of different things. And finding true love is something that really did inspire me, lyrically. Because I felt so much the same for so much of my life and then when you find someone exciting, you don’t know that you could actually feel differently than you did before”.

Setiap lirik dari album Lana “Born To Die” terinspirasi dari beragam pengalaman kisah selama hidupnya di Kota New York, liriknya layaknya sebuah cerita ia nyatakan.

Hal yang menarik kemudian dari Lana Del Rey adalah kemampuan suaranya yang sangat unik dan langka. Del Rey memiliki sebuah contralto (kualitas suara yang dimiliki performer penyanyi dahulu kala) rentang vokal yang luas, unik, menawan, emosional, mampu bertransformasi dengan sangat mudah dari vokal terdengar tinggi dalam kualitas nadanya yang dimiliki seorang wanita dan turun ke nada rendah layaknya alunan jazz.

Meskipun berbagai pendapat pro kontra bermunculan mengenai hal tersebut. Dikarenakan keunikan suaranya, maka akan sangat susah untuk ditampilkan secara langsung terlebih ditambah apabila ketidakmampuan para pengiring suara untuk mengikuti kualitas suara yang dimilikinya. Kritikus musik berpendapat kualitas suara unik Lana Del Rey mengingatkan artis Marilyn Monroe. Akhirnya Lana memutuskan menggunakan nada rendahnya di album “Born To Die” sebagai alasan untuk dapat diterima oleh publik. Kompasianer dapat mendengar kulitas vokal yang dimiliki Lana Del Rey di salah satu lagunya berjudul “Million Dollar Man”.

Demikian beberapa hal menarik dari seorang musisi bernama Lana Del Rey, apabila berkenan saya menyarankan untuk mendengarkan alunan lagunya dan dalamnya makna liriknya seperti Young And Beautiful, Summertime Sadness, Dark Paradise, serta Million Dollar Man.

Sumber : Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s