Film Dokumenter Bertemakan Kebudayaan: “Zoé, Suku Pedalaman di Amazon”

“That plane has just left us here on this planet that is not ours, we are like astronauts, we are in a place that can not desvelarles to save the integrity of its inhabitants, Zoé…”

“Terisolasi”, itulah kata-kata yang dapat menggambarkan film dokumenter “Amazonia, última llamada: Zoé Tribe”, yang menceritakan sebuah suku di pedalaman Amazon, di film dokumenter ini kita dapat menyaksikan bagaimana suku Zoé menjalani hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya, hal ini sarat akan unsur kehidupan dan kebudayaan pedalaman suku tersebut.

Perjalanan film dimulai dengan menceritakan bagaimana mereka dengan berburu kera menggunakan panah sebagai makanan dan juga perlengkapan pesta. Selanjutnya di film dokumenter ini menceritakan proses pembuatan rumah mereka, dari mencari bahan utama, seperti kayu dan pelepah daun, kemudian proses pembangunannya, pendekorasiannya serta bagaimana melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada di rumahnya.

Di bagaian kedua, film dokumenter ini menceritakan bagaimana mereka melestarikan budaya mereka dalam kegiatan pesta rakyat yang diadakan setiap 40 hari sekali, mereka memulainya dengan mengumpulkan dan memproses sejenis biji-bijian yang digunakan untuk ritual pembersihan. Pada saat ritual, para laki-laki muda maupun tua diharuskan minum air ritual tersebut dan mereka memuntahkan seluruh isi perut mereka, inilah yang mereka sebut “ritual pembersihan”, karena mereka yakin bahwa dalam tubuh yang bersih terdapat kehidupan yang sehat.

Di bagian selanjutnya dalam film dokumenter ini diceritakan bahwa setiap pekan para keluarga berbondong-bondong lembah sungai untuk berekreasi. Mereka bermain, berenang, bercanda gurau bersama keluarga.

Suatu kebiasaan dalam suku Zoé, bahwa laki-laki dan perempuan harus melubangi bagian bawah dagu mereka untuk ditancapkan potongan kayu Puturu, sebagai hiasan dan identitas bahwa mereka adalah penduduk dari suku Zoé. Mereka juga membuat hiasan khusus untuk kaum perempuan, yaitu sebuah hiasan kepala yang terbuat dari bulu dada burung Vulture, mereka menempelkankannya menggunakan getah pohon secara melingkar di kepala mereka sehingga terlihat seperti mahkota.

Film dokumenter yang mengangkat tema kebudayaan suku pedalaman di Amazon ini mampu mendeskripsikan bagaimana suatu kehidupan suku pedalaman dimulai, dan dilestarikan, sebuah gambaran antropologis dan kultural yang apik, ditambah pemandangan yang natural serta ragam hewani yang kaya, disuguhkan secara menarik dan natural, serta penggambaran presepsi suku Zoé yang rasional, cerdas, dengan penduduk yang luar biasa, mereka memilih kehidupan apa yang mereka jalani dan lakukan. Terputus dari peradaban, namun bahagia di hutan Amazon.

DANY MOCHTAR
12114537
1KA06

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s