ITIL vs. COBIT

ITIL

IT Infrastructure Library (ITIL) adalah suatu framework yang memberikan gambaran praktis dari pengelolaan Manajemen Layanan SI / TI. ITIL pada awalnya dikembangkan di akhir 1980-an oleh Central Computer and Telecommunications Agency (CCTA) Inggris, yang sekarang dikenal sebagai Office of Government Commerce (OGC).

ITIL menyediakan framework untuk manajemen tata kelola TI, yang saling terintegerasi, dan berfokus pada pengukuran secara realtime dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Manajemen Layanan SI / TI yang disampaikan, baik dari segi bisnis maupun perspektif pelanggan. Fokus ini merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan layanan IT secara produktif dan memberikan manfaat utama dalam layanan tersebut yang secara teknis dan prosesnya terorganisir dengan baik.

ITIL menyediakan IT framework dalam perusahaan yang dapat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Perusahaan tidak perlu melaksanakan setiap prosesnya, hanya proses yang realistis dan cocok dengan cara perusahaan ingin melakukan pencapaian target bisnis di masa depan.

Manfaat ITIL dalam Manajemen Layanan SI / TI antara lain :

  1. Peningkatan dari segi jumlah konsumen dan kepuasan konsumen dalam Manajemen Layanan SI / TI.
  2. Meningkatkan ketersediaan layanan, hal ini menyebabkan peningkatan langsung dari segi keuntungan bisnis dan pendapatan.
  3. Penghematan keuangan dari berkurangnya pengerjaan ulang, waktu yang hilang dan penggunaan pengelolaan sumber daya.
  4. Peningkatan waktu estimasi ke konsumen untuk produk dan layanan baru.
  5. Meningkatkan pengambilan keputusan dan pengoptimalan risiko.

COBIT

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan Manajemen Layanan SI / TI. COBIT diciptakan oleh ISACA, yaitu sebuah asosiasi profesional internasional yang berfokus pada tata kelola layanan TI yang sebelumnya dikenal sebagai Information Systems Audit and Control Association. ISACA menggambarkan dirinya sebagai sebuah organisasi nirlaba, asosiasi keanggotaan global untuk Manajemen Layanan SI / TI dan sistem informasi profesional.

Baik ISACA maupun COBIT telah berevolusi selama bertahun-tahun. Bahkan, langkah dari ISACA maupun COBIT sebagai pencerminan sebuah strategi manajemen layanan bagi konsumen yang lebih luas dan bukan hanya sebagai pengaudit sistem komputer tahap awal saja.

Manfaat COBIT dalam Manajemen Layanan SI / TI antara lain :

  1. Menjaga informasi yang berkualitas tinggi untuk mendukung keputusan bisnis.
  2. Mencapai tujuan strategis dan meningkatkan keuntungan bisnis secara signifikan melalui pengembangan Manajemen Layanan SI / TI yang efektif dan inovatif.
  3. Mencapai keunggulan layanan operasional melalui aplikasi yang handal serta efisien.
  4. Menjaga stabilitas Manajemen Layanan SI / TI terkait risiko pada tingkat tertentu yang dapat diterima.
  5. Mengoptimalkan biaya Manajemen Layanan SI / TI.

Kelebihan COBIT dibanding framework Manajemen Layanan SI / TI lainnya :

  1. Keamanan informasi perangkat mobile lebih terjamin.
  2. Transformasi Cybersecurity yang ditanamkan pada sistem terintegrasi.
  3. Manajemen konfigurasi yang lebih user friendly.
  4. Memberikan saran praktis untuk berbagai stakeholder yang terlibat dalam proses manajemen vendor.
  5. Secara rutin memelihara siklus hidup dari berbagai lini stakeholder.
  6. Mengelola ancaman dan risiko secara mumpuni dan baik.
  7. Mengelola penyedia layanan cloud secara stabil dan terkendali.

COBIT vs. ITIL

Ada banyak pendapat yang memperdebatkan antara kedua framework Manajemen Layanan SI / TI, karena dilihat dari segi kehandalan dan stabilitasnya, banyak akan merekomendasikan keduanya. ITIL dan COBIT sebenarnya dapat dijalankan dengan saling melangkapi satu sama lain. Dengan COBIT kerangka kebijakan, proses, prosedur, dan ukuran yang dapat membantu memberikan arahan tata aturan dengan Manajemen Layanan SI / TI dan proses ITIL yang terkait. Yang terpenting adalah COBIT dapat membantu memudahkan proses pengorganisasian dan pengelolaan Manajemen Layanan SI / TI serta prosedur (dan juga kontrol) dalam perusahaan, yang merupakan langkah lanjutan dari ITIL.

Ketika digunakan bersama-sama, COBIT dan ITIL akan memberikan pendekatan untuk IT governance secara top-down dan dengan demikian manajemen pelayanan dapat dilaksanakan secara maksimal. COBIT dalam hal ini bertugas untuk mengatur prioritas dan tujuan manajemen dalam pendekatan holistik secara lengkap untuk berbagai kegiatan bisnis IT. Ini dapat memfokuskan selruh stakeholder dalam hal bisnis dan manajemen TI, auditor, dan profesional TI pada pendekatan secara terpadu dan umum. ITIL mendukung ini dengan praktek terbaik dalam proses manajemen layanan terpusat. Otomatis ketika digunakan bersama-sama, kekuataan dan stabilitas menjadi lebih optimal dan terjamin. Namun karena resource yang digunakan semakin banyak otomatis cost akan lebih mahal serta membutuhkan sumber daya lebih.

COBIT lebih luas dari ITIL dalam lingkup cakupan Manajemen Layanan SI / TI. Hal ini didasarkan pada lima prinsip utama kebutuhan stakeholder, yaitu :

  1. Menetapkan tujuan akhir perusahaan
  2. Mentapkan visi manajemen pelayanan
  3. Menentukan kerangka terpadu sistem yang akan dijalankan
  4. Melakukan pendekatan holistik
  5. Membagi kepentingan regulasi pemerintahan dari manajemen perusahaan

Adapun 7 fokus utama pada stakeholder antara lain :

  • Prinsip, kebijakan dan kerangka kerja
  • Proses
  • Struktur organisasi
  • Budaya, etika dan perilaku
  • Informasi
  • Layanan, infrastruktur dan aplikasi
  • Sumber daya manusia, keterampilan dan kompetensi

ITIL berfokus pada Manajemen Layanan SI / TI dan memberikan lebih banyak bimbingan mendalam di lini tersebut, yaitu dalam menangani lima tahap siklus hidup layanan antara lain :

  • Strategi pelayanan
  • Desain layanan
  • Layanan transisi
  • Operasi pelayanan
  • Peningkatan pelayanan secara kontinyu

Kesimpulan akan artikel ini adalah COBIT memberikan pemetaan kebutuhan dan strategi manajemen layanan secara keseluruhan, sementara ITIL memberikan rincian lebih lanjut tentang cara pengimplementasiannya. Seperti yang dijelaskan diatas, keduanya akan lebih optimal jika dijalankan bersama-sama karena COBIT yang notabene dapat membantu proses navigasi secara handal yang digunakan sebagai pemetaan untuk proses yang dilakukan oleh ITIL.

Perbedaan antara keduanya dapat dianalogikan sebagai “COBIT menjawab alasan mengapa digunakan strategi manajemen layanannya dan ITIL menjawab bagaimana membangun manajemen layanan nya. Hal ini dapat menjawab pernyataan yang menyebutkan bahwa perusahaan dan profesional TI yang membangun manajemen layanan TI diatas kebutuhan bisnis tertentu di dalam lingkup Manajemen Layanan SI / TI dapat terlayani dengan baik sebagai acuan dalam penggunaan COBIT dan ITIL dalam strategi layanan TI. Dengan memanfaatkan kekuatan dari kedua kerangka framework tersebut, akan membantu dalam memecahkan masalah bisnis dan mendukung pencapaian tujuan bisnis dalam Manajemen Layanan SI / TI.

Referensi: An Introduction to COBIT
ITIL Guide
Mapping ITIL with COBIT
DANY MOCHTAR
12114537
2KA13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s